desperate ==
Thursday, November 19, 2009, 5:16 AM
Halo, semuanya. Apa kabar? Masih sama kayak yang dulu? Oh, bagus, artinya nggak usah ada lagi yang namanya perkenalan di sini.

SAYA SEDANG DESPRET SUMPAH DEHHH ==

Liat tulisan di atas? Udah bisa ngegambarin semuanya kok. Ngg, gue sebenernya bikin entri baru di sini buat cerita tentang seseorang, sih. Okay, daripada cari masalah, panggil aja namanya VALENTIA. Nah, si Valen ini adalah satu dari orang paling nyebelin yang pernah gue temuin. Well, I admit it, dia emang anaknya pintar dalam beberapa mata pelajaran. Tapi yang paling bikin gue enek sekaligus pengen buru-buru vomit adalah... Ke-sotoy-annya yang benar-benar tidak terbatas itu, apalagi gayanya yang sok imut padahal mukanya aja nggak mendukung. Hueek, sumpah deh, bahkan cowok yang dia taksir aja keknya juga benci sama lagak sotoy-nya dia.

Gue, Dyta, sama Sheren, temen-temen gue yang paling normal di kelas gue, sama-sama benci sama si Valen. Alasannya sama kek alasan gue. Yah, kelas gue emang keknya kelas yang paling ancur dari semua kelas. Anak-anaknya bener-bener ga bisa diajak serius. Yang bisa itu cuma sedikit. Bahkan dari ke-idiot-an gue, anak-anak kelas gue keknya jauh-jauh-jauh lebih idiot dari gue, deh. Ada tukang ngeluh, smarty-pants, sok cakep, pamer kekayaan, tukang bikin naik darah, sampe anak baik-baik yang akhirnya mau ga mau bikin satu kelas naik darah juga gara-gara nggak bikin PR. Tebaklah siapa, anak-anak angkatan 3 juga pasti tahu kok.

Yang bikin gue tambah desperate banget adalah, masalah gue sendiri. Bukan cuma masalah kelas yang sebenernya ga terlalu penting itu. Well, oke deh, gue ngaku, gue lagi naksir BANGET sama seseorang yang bahkan gue ga kenal (hayoloh). Gue cuma denger dari mulut ke mulut kalo dia orangnya baik, blahblahblah. Tapi ya gitu deh, mau gimana lagi, TELANJUR gue. Masalahnya beritanya kesebar banget. Dan salah satu anak di kelas gue yang nyebelinnya setengah mati setengah idup udah bikin hidup gue rasanya mau hancur; dia pake teriak-teriak tiap cowok itu dateng, neriakin nama gue. Tau artinya kan? Yah, semacam gumaman 'cie' yang agaknya lebih kasar.

Bah. Pokoknya gue DESPERATE abis ==

no doubts
Thursday, October 22, 2009, 3:32 AM
Nggak ragu-ragu lagi deh, manusia itu memang bener-bener nyebelin.

Yah, gue udah nganggep kalau namanya itu dilarang buat disebutin (dan buat apa gue sebutin di sini? Yeps, sebrengsek-brengseknya gue, gue masih tau diri, ga kayak si XXXX itu) karena saking bencinya gue sama dia. Manusia itu, si manusia-yang-harusnya-tak-bernama itu, udah bener-bener bikin hidup gue setengah ancur. Ga sadar apa, kalau dia itu pernah nyakitin gue? Oh, ga nyadar? Bagus. Itu artinya dia udah ga punya otak lagi, sama sekali.

Yah, oke, gue tau kalo gue terkesan kurang ajar dengan bilang namanya itu setan or something else... But... no doubts deh, kalo sikapnya emang udah menyerupai setan! Gue SANGAT-SANGAT-SANGAT benci sama manusia satu itu. Dan di dalam hati gue yang paling dalam, sebenernya gue nyesel setengah mati udah kenal manusia itu. Dan kenapa juga gue harus kenal sama dia? Yah, sayangnya, di dunia nyata ini ga ada Time-Turner kayak di cerita HarPot. Kalau ada, sekalipun gue cuma bisa pake sekali, bakalan gue pake buat ngulang kejadian dulu, supaya gue ga kenal sama dia. Seenggaknya semuanya bakalan jauh lebih baik, kan?

Dan juga anak-anak sebuah organisasi yang... sebutlah ****. Masih baru kepilih jadi -beep- aja bangganya setengah mati setengah idup. Yak, gue yakin, sekarang mereka bisa bangga karena mereka jadi terpandang, tapi gue yakiiiiiiin banget, ga lama lagi mereka bakalan klenger setengah mati ngeliatin tugas yang rasanya ngalir terus kayak air terjun dan ga bakalan ada abisnya kecuali kalau masa pemerintahan organisasi itu udah abis *ceileeeh kata-katanya xD*.

Tapi... kalo gue benci terus, kapan gue bisa bangga sama temen gue sendiri? Oh ya sampe mereka jadi orang terkenal atau terpandang terus gue jadi manusia kere lalu gue bilang ke temen gue, "eh lo tau ga sih, dia itu bekas temen gue dulu pas masih SMP!" Oh my, how embarassing! Ga akan pernah gue mau kayak gitu. Ya kan? Siapa juga sih yang mau kayak gitu... Yep, bagusnya, gue ga aminin hal itu.

Ah udah ah. Gue meracau ga jelas banget ini.

==a

meraih mimpi. pisang. awwww~
Tuesday, September 22, 2009, 9:34 PM
Ada yang tahu film Meraih Mimpi?

Nah, itulah yang ada di pikiran gue saat ini. Film animasi pertama karya anak bangsa, dan gue bangga ngeliatnya. Well, gua ga bisa bilang kalo animasinya bagus banget dan bisa nandingin Hollywood punya, tapi gue bangga, kok. Soalnya, animasinya sebenarnya tergolong bagus. Meskipun harus gue tekanin lagi, nggak perfek. Yaaa... tapi, emangnya ada yang bener-bener perfek di dunia ini? Nggak, kan? Nah, semuanya butuh proses. Tapi, ada yang bikin gue bener-bener tercengang. Silakan simak dialog di bawah ini, dialog yang bener-bener terjadi di kehidupan nyata, dan gue cuma bisa cengo ngedengerinnya (dialognya agak 100% sama, ada perbedaan dikit lah, namanya juga memori manusia ada batasnya :P)
Cewek1: "Eh, lo tau ga film baru itu?"
Cewek2: "Film apaan?"
Cewek1: "Ituuuu, film Meraih Mimpi..."
Cewek2: "Yang animasi itu ya? Ih gila, jelek banget tau!"
Cewek1: "Tau tuh, jelek banget!"

(dan gue cuma bisa cengo)
Oh, girls, gampang banget ya ngeluncurin kata-kata itu dari mulut lo? Dalam hati gue, gue mikir, apakah orang ini bisa respek sama karya orang lain? And the answer is no. Udah jelas banget dari gaya mereka yang sok banget. Bukannya gue mau ceramah atau apa, tapi gue pikir, orang yang kayak gini bener-bener ga patut ditiru. Seharusnya lo itu menghargai apa yang udah dibuat sama anak bangsa lo sendiri, kan? Sebagai salah satu tanda bahwa lo menghargai bangsa lo sendiri. Nggak usah pakai cara yang muluk-muluk, seenggaknya kalo lo bisa respek sama karya anak bangsa, seenggaknya lo udah berupaya untuk lebih mencintai negeri.

Gue sendiri lumayan suka kok sama film itu. Meskipun jujur gue ga tau kapan film itu rilis (atau malah udah rilis?) dan gue sendiri juga belom nonton film itu, tapi secara gue liat dari trailernya, oke juga kok. Animasinya patut diacungin dua jempol. Inget-inget deh animasi-animasi Indonesia yang lainnya, Belum ada yang sebagus itu, kan? Nah, sekarang gue tanya, deh. Buat kalian yang bisanya cuma mencemooh, apakah kalian bisa bikin karya yang sama?

*sewot sendiri*

Oke deh, daripada gue sewot sendiri, mendingan kita ke lain topik aja. Well, barusan gue buka Plurk, seperti biasanya. Dan gue ketemu Elisa, sohib gue yang punya mata paling picek *disantet Eli* Gue chat YM sama dia dan.... banjir emot. Udah lama banget gue ga kebanjiran emot gitu. Tapi sayangnya, draftnya ilang *nangis* Kapan-kapan deh, kalo gue kebanjiran emot lagi, gue post di sini. Tapi sebenernya YM sama Plurk sama aja sih, apalagi pas gue pasang status yang ini... gue kopas dari yang di FB aja yak.

Rachel Manuella is beneran ngakak selama chatting sama bang elisa (rofl) kita gila, el http://plurk.com/p/20x012

SUMPAH DEH ITU RESPONDNYA NGGAK BENER BANGET =)) Pada akhirnya gue jadi satu dari banabana soldier =)) =)) Setres deh. Yang bikin itu kalo ga salah sih Sari, PMnya Bellamont. Wah, inovatif banget deh =)) Udah gitu ada beberapa website yang punya kumpulan pisang-pisang imut itu =)) Yaaa, cari sendiri deh, banyak lah. Pokoknya Plurk gue itu full with bananas, and I love it :x :x

BANANA ATTACK~!!

Maaf.
Monday, September 21, 2009, 9:07 AM
Sebuah kata yang singkat. Mudah diucapkan.

Sulit dipraktekkan.

Namun kini aku benar-benar sadar bahwa aku harus mengucapkan itu pada kalian. Atas segala hal konyol yang telah kuperbuat, atas segala kebodohan yang telah kuperbuat selama ini. Atas segala hal yang telah menganggu kalian, dan atas segala hal yang berpengaruh negatif bagi kehidupan kalian semua. Karena aku tahu, aku tidak pernah melakukan hal positif. Karena aku tahu akan hal itu.

Dan aku sadar bahwa ini saat yang tepat untuk mengatakannya.

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang telah kuperbuat. Minal Aidin Wal Faidzin, selamat hari raya Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir dan batin.

Rolechat Stress =)) =))
Friday, August 14, 2009, 11:17 PM
Rolechat super stres, cuma bertahan bentaran doang. Ya ampun, saya baru sadar kalo ternyata pas rolechat ini Candice jadi cewek yang super alay dan Skyler jadi cewek galak =)) =)) Tapi alay-nya beda term yakk. Alay di sini artinya kampungan. Yaaa.... pokoknya, ini rolechat stres banget dah =)) Bdewe, jadi keingetan Marshanda saya *disepak* Mau baca rolechatnya? Baca di bawah yakk :)
Rachel I. Manuella: "Hari yang membosankan."
Rachel I. Manuella: "Tak ada sesuatu yang menyenangkan... Kau ada topik, Hartley?"
sweeT_elisa: "Tidak ada, Senior. Hatiku--hatikuu sedang sediih..."
Rachel I. Manuella: "Sedih? Ada apa?"
sweeT_elisa: "Masa kau tidak tahu, Senior."
sweeT_elisa: "Tentang Aldric."
Rachel I. Manuella: "Tak ada untungnya jika aku tahu, bukan? Oh, well--cowokmu itu, bukan?"
Rachel I. Manuella: "Ada apa dengannya?"
sweeT_elisa: "Iya. Begitulah, Senior. Tidakkah kau tahu? Ternyata ia selingkuh."
Rachel I. Manuella: "Wow."
Rachel I. Manuella: (hening sejenak)
Rachel I. Manuella: "Aku tak tahu."
Rachel I. Manuella: "Sabar, Hartley."
sweeT_elisa: "Iya, trims, Senior."
Rachel I. Manuella: "JANGAN MENANGIS TERUS! Lama kelamaan aku juga bisa panas, Hartley!"
Rachel I. Manuella: (menahan marah, PM tertawa)
sweeT_elisa: "Sabar, Senior."
Rachel I. Manuella: "Oh, well, maaf. Emosi."
sweeT_elisa: "Bagaimana kabar Senior Damian?"
Rachel I. Manuella: "Jangan tanyakan tentang dia. Cowok kampret."
Rachel I. Manuella: "Kerjaannya hanya pacaran dengan gadis barunya. Tak punya otak, dasar."
sweeT_elisa: "Kampret? Bahasa apa itu, Senior?"
Rachel I. Manuella: "Bahasa--kau alay sekali, Hartley."
Rachel I. Manuella: "Tidak gaul. Masa kampret saja tidak tahu?"
Rachel I. Manuella: (PM tertawa)
sweeT_elisa: "Hoo. Maaf Senior. saya ini memang alay."
Rachel I. Manuella: "Nah, bagus, akhirnya mengaku juga."
Rachel I. Manuella: (hendak kabur, namun tidak jadi)
sweeT_elisa: "Heh. Mau ke mana, Senior?"
Rachel I. Manuella: "Mau jalan saja. Tak ada yang salah, kan?"
sweeT_elisa: "Oh. Tidak."
Rachel I. Manuella: "Oke, kalau begitu."
Ah udahan ah =)) =)) Rolechatnya kependekan, saya tulis di sini keknya juga ga ada guna =))

Think
Thursday, August 6, 2009, 3:44 AM
Coba deh, pikir. Gimana rasanya kalau kita lagi bohong. Seneng? Ragu? Atau malah, serem? Nah, yang terakhir itu yang saya rasain sekarang ini. Saya memang pada dasarnya nggak mau bohong. Tapi keadaannya nggak memungkinkan untuk saya bicara jujur. Nah, dan itulah yang membuat saya bener-bener takut. Kalau ada yang tahu rahasia apa yang saya sembunyiin ini (well, actually, sort of my friends knows this secret) bisa-bisa masalahnya berujung pada hal yang paling gawat.

Sebenernya sih, kalo dipikir-pikir, semua orang punya rahasia. Dari yang paling sepele (contoh aja dah, suka gigitin kuku tanpa ketauan kan namanya juga rahasia) terus yang paling besar (contoh paling sederhana, dia naksir seseorang aja udah merupakan rahasia besar). Tapi kayaknya masalah ditambah rahasia itu berlipat-lipat lebih berat tanggungannya dibanding sekedar rahasia. Well... dasar aja sih ya, mulut emang nggak tau diri, tetep aja gatel pengen ngasih tau itu rahasia, sampe akhirnya dibeberin ke telinga sejumlah orang yang sudah 'dipercaya'. Yeaa... meski akhirnya ada juga yang bikin saya serem mengenai hal ini.

Masalahnya adalah: sekarang ini mulut saya agak susah dikontrol, seriously. Kalo ngomong itu ngga dipikir dulu. Jadi asal nyampah aja di telinga orang. Jadinya asal ngomong aja, apa yang pengen dikeluarin dari mulut, keluarlah, sekalipun kadang-kadang bisa ditahan juga sih. Well... emang dasarnya lidah udah kayak pedang bermata dua, yak. Itu semua bikin saya masuk ke suatu masalah yang bener-bener bikin kepala saya pengen pecah. Gaswat, gaswattt. Guess what? Salah seorang temen yang saya kasih tau rahasianya, keburu ngambek gara-gara saya katain dikiiiiit aja. Dan tebak apa? Dia. Ngancem. Saya. Mau. Sebarin. Rahasianya.

YOLOH, JANTUNG SAYA UDAH KAYAK MAU SETOP.

Kejadiannya tepat tadi siang, bahkan dari nada ngomongnya dia kayak serius. Ya Tuhan. Saya sempet mikir, ini orang peduli ga sih, sama privasi orang? Apalagi dia udah bagus saya percaya buat nyimpen itu rahasia yang jelas-jelas saya sembunyiin dari orang lain. Tangan saya jadi gatel, emosi udah nyampe ubun-ubun. Kalo dibolehin mungkin saya udah lemparin botol minum ke kepala itu anak. Tapi, setelah beberapa saat, saya mikir juga. Saya yang salah, atau dia?

Tebak. Eh–jangan ditebak. Karena udah jelas, saya yang salah. Jelas-jelas saya kerja dengan mulut saya ini buat ngerusak mood orang lain sampe orang yang bersangkutan itu marah sama saya, dan juga ngancem yang nggak-nggak. Saya sih cuma bisa ngarep, orang yang bersangkutan itu baca entri ini. Saya beneran minta maaf, dear... Mulut saya emang ga bisa dikontrol. Ngomong tanpa dipikir dulu.

Maaf–yang sebesar-besarnya :((

Saya emang ga pernah mikir kali ya.

The Ting Tings attack :x :x :x
Saturday, July 25, 2009, 12:58 AM
That's Not My Name
The Ting Tings

Four letter word just to get me along
It's a difficulty and I'm biting on my tongue and I
I keep stalling, not keeping it together
People around gotta find something to say now

Holding back, everyday the same
Don't wanna be a loner
Listen to me, oh no
I never say anything at all
But with nothing to consider
They forget my name (ame, ame, ame)

They call me hell
They call me Stacy
They call me her
They call me Jane
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

They call me quiet girl
But I'm a riot
Mary Jo Lisa
Always the same
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

I miss the catch if they
Throw me the ball
I'm the last drip standing up against the wall
Keep falling, these heels that keep me boring
Getting glammed up and sitting on the fence now

So alone all the time and I
Lock myself away
Listen to me, I'm not
Although I'm dressed up, out and all with
Everything considered
They forget my name (ame, ame, ame)

They call me hell
They call me Stacy
They call me her
They call me Jane
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

They call me quiet girl
But I'm a riot
Mary Jo Lisa
Always the same
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

Are you calling me darling?
Are you calling me bird?
Are you calling me darling?
Are you calling me bird?

They call me hell
(Are you calling me darling?)
They call me Stacy
They call me her
They call me Jane
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

They call me quiet girl
(Are you calling me bird?)
But I'm a riot
Mary Jo Lisa
Always the same
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

They call me hell
(Are you calling me darling?)
They call me Stacy
They call me her
They call me Jane
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

They call me quiet girl
(Are you calling me bird?)
But I'm a riot
Mary Jo Lisa
Always the same
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

They call me hell
They call me Stacy
They call me her
They call me Jane
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

They call me quiet girl
But I'm a riot
Mary Jo Lisa
Always the same
That's not my name
That's not my name
That's not my name
That's not my name

-o-0-o-